Sabtu, 21 Oktober 2017

Mentoring Dinner Girls In Tech 2017

Dear, Guys!


Kali ini aku mau sharing tentang event super bagus yang aku ikutin bersama Girls in Tech Indonesia (GIT). Girls in Tech Indonesia adalah sebuah organisasi global yang memfokuskan pada pendidikan, pemberdayaan, dan keterkaitan antara wanita dengan teknologi. Program di GIT ini antara lain classroom (ada 7 kelas), mentoring dinner, dan pitsh night. Di classroom, peserta yang sebagian besar adalah wanita mendapat pembekalan materi yang dibawakan oleh fasilitator yang berkompetensi di bidangnya masing-masing. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu mentor-mentor yang telah sukses menjalankan bisnisnya. Di mentoring dinner itu, peserta bisa menggali lebih jauh bagaimana Sang Mentor memulai bisnisnya, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya hingga sebesar sekarang. Selain dua program tadi, peserta juga berkesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya di hadapan juri untuk mendapatkan pendanaan (marketing fund) sehingga bisa scale up bisnis-nya.

Pada tanggal 28 September lalu, saya menjadi salah satu dari 21 peserta yang terpilih untuk mengikuti mentoring dinner. Saya bersyukur bisa dipertemukan dengan womenpreneur pemilik bisnis Bursa Sajadah, Heera Syahir Karim Vasandani (Mbak Heera SKV). Mbak Heera adalah owner dan CEO Bursa Sajadah, enyedia beraneka macam oleh-oleh, perlengkapan haji/umroh, dan berbagai keperluan muslim lainnya. Saya sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan Ibu luar biaa yang tidak hanya seorang pebisnis yang tangguh, tapi juga seorang business & life coach yang aktif dalam beragam kegiatan sosial.

Saya sempat berdialog singkat bersama 3 rekan saya yang satu meja di mentoring dinner. Kami menanyakan berbagai masalah yang dihadapi masing-masing. Sebagian besar dari kami mempermasalahkan people management, marketing problem, dan pengelolaan outsourching. Saya sempat merangkum apa yang saya dapatkan dari diskusi yang bermanfaat waktu itu.

Mbak Heera menyampaikan bahwa langkah berbisnis ada 5, yaitu:
1. Increase sales
2. Increase profit
3. Buat sistem (termasuk pembukuan dan SOP)
4. Bangun team
5. Duplikasi-kerja sama-konsep




Saya berharap bisa menerapkan ilmu yang saya dapat dari mentor pada bisnis kecil saya. Saking masih mikronya, saya belum berani menyebut ini sebagai sebuah bisnis...Tapi masih market research untuk menguji kelayakan untuk menciptakan sebuah bisnis...Bukan bermaksud pesimis, justru pemahaman sepeti ini membuat saya terus belajar :)

Bagi Teman-Teman yang curious tentang Girls In Tech Indonesia, kalian bisa follow IG @girlsintechid atau di facebook Girls In Tech Indonesia. Event-event GIT recommended banget terutaman buat kamu yang sedang mencari ide bisnis atau sedang menjalankan bisnis dan ingin mengembangkannya :) Let's join GIT Indonesia :)







Senin, 16 Oktober 2017

Merajut di Tengah Kabut

Hi, Guys!

Senang rasanya bisa menulis di sini, karena saya bisa berbagi cerita dengan teman-teman semua :)

Well, hari ini saya mau cerita tentang perjalanan ke Cikuray pada 29 September lalu. Garut, kota yang saya dan 3 teman saya tuju. Butuh sekitar 7 jam perjalanan dari Cileungsi, tempat kerja kami. 


Sebelum pendakian, kami menata semua keperluan logistik kami dan berdoa dulu di basecamp. Setelah persiapan mendaki selesai,  kami bergegas memulai pendakian. Pendakian kami mulai pukul 9 pagi. Kebun teh jadi pemandangan yang kami nikmati sepanjang awal perjalanan mendaki :) Kebun yang membentang begitu indahnya, membuat kami tak bisa menahan keinginan untuk mengambil beberapa gambar di jalur itu. 





Perjalanan ke Cikuray cukup memakan waktu. Perlu 1 jam untuk mencapai pos 1, dan sekitar 50 menit ke pos 2 dan 3. Di pos 3, kami beristirahat sejenak untuk memasak mie instan agar bisa mengganjal perut kami yang mulai lapar. Pos selanjutnya, yaitu pos 4 sampai 6 perlu cukup singkat, kurang dari 40 menit. Jarak dari pos 6 ke pos 7 pun  sebenarnya cukup singkat,  tapi langkah kami terhambat karena hujan yang mengharuskan kami berjalan lebih pelan dan hati-hati. Bahkan kami sempat berniat untuk kembali turun ke pos 6 karena 2 teman saya tidak membawa ponco sementara hujan semakin deras. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk tetap naik, karena mempertimbangkan malam yang sudah semakin dekat. Kami bersyukur teman kami yang mendaki lebih dulu untuk mendirikan tenda turun mencari kami di tengah perjalanan ke pos 7, membawakan ponco dan carrier berat yang saya pikul :')
 Track di Cikuray cukup menantang,  saya tidak menyarankan untuk newbie karena akan terlalu berat. Kemiringannya cukup curam, tangan dan kaki sering bertemu untuk mengangkat beban badan mendaki ke atas. Perjalanannya pun cukup memakan waktu,  kami menghabiskan 9 jam sampai puncak. 

Dari pos 7, kami masih perlu mendaki agar bisa sampai di tenda di pos bayangan yang terletak tidak jauh dari puncak Cikuray. Dua teman kami yg mendaki lebih dulu sudah mendirikan tenda, sehingga kami bisa langsung mengganti pakaian basah kami. 

Malam di puncak Cikuray sangat ramai. Ada banyak tenda di pos bayangan, kami berbaur dalam suasana kekeluargaan. Musik mengalun dan kami bernyanyi bersama :)
Makan malam kami terasa sangat nikmat karena lapar yang menyangat πŸ˜….
Menu sayur asam dan bakwan jagung langsung ludes dalam sekejap.

Keesokan paginya,  kami menyiapkan sarapan. Menu pagi kami cukup istimewa, sayur sop, tempe, dan nugget. Sederhana memang,  tapi jadi istimewa kalau dirasakan di puncak gunung 😝. Usai sarapan,  kami menuju puncak.  Hanya perlu 10 menit untuk sampai ke summit. Sampai di atas, gerimis masih membasahi alam Cikuray. Kabut tebal menutupi pemandangan puncak sehingga yang kami liat hanya selaput tipis putih. Tapi kami tetap berayukur Tuhan membawa kami dengan selamat hingga ke titik tertinggi Cikuray. 

Di puncak, saya sempat mengabadikan momen saya merajut syal di sana. Syal hijau yang saya kerjakan dengan teknik knitting. Meski foto yang dihasilkan jauh dari ekspektasi, nor bad lah wkwkwk.  Ekspektasi saya sih ada mega jingga khas sunrise moment, tapi saya harus coba berdamai dengan kabut yang masih enggan pergi😜. 







Setelah puas menikmati pemandangan puncak dan membeli pernak-pernik khas Cikuray dari penjual yang mendirikan lapak di sana, kami kembali ke pos bayangan untuk bergegas membongkar tenda. Usai berdoa untuk keselamatan kepada Tuhan,  kami melangkah turun. Tak lupa kami membawa sampah-sampah kami agar tidak mengotori, hanya jejak langkah yang kami tinggalkan. 

Total waktu turun gunung lebih singkat dari pendakiannya,  kami hanya perlu 7 jam sampai basecamp :) Thanks God,  kami bisa kembali dengan selamat,  membawa kenangan bersama alam dan sahabat di benak kami. Semua itu menjadi hadiah yang priceless untuk kami ceritakan ke anak cucu kami, untuk tak lupa tafakkut dan tadabur, untuk menjelajah sekaligus menjaga bumi yang kami tinggali. It's a great experience  to be with you yesterday,  Cikuray!😘












Jumat, 14 Oktober 2016

Joining SCBD Toastmaster

Heloooooo
Haiiiiiiiii

Seneng banget rasanya udah bisa melakukan satu hal yang saya takutkan sepanjang hayat, hehe
It's like an exaggeration maybe, but, I really feel it..hehe
Takut ngomong di depan banyak orang...
Beberapa artikel bilang kalo ketakutan ini adalah ketakutan yang umum terjadi dan saya salah satu yang punya ketakutan itu. Saking menakutkannya, saya pernah baca tulisan yang berisi kalimat "our fear of speaking in front of many people is greater than death." Hayoh loh? Masa lebih menakutkan daripada kematian?Wkwkwkw...Tapi ya begitulah, krena public speaking memang sesuatu yang membutuhkan keberanian besar :)


Semalam, tanggal 14 Oktober 2016, saya berniat akan berkunjung ke salah sau kelas sebuah club bahasa Inggris di SCBD, tepatnya di Mercantile Athletic Club. Gedung World Trade Center (WTC) Lantai 18, kawasan Setiabudi. Saya dapat info keberadaan club ini dari fasilitator mini workshop yang sebelumnya saya ikuti di Sahid Sudirman Center, office space yang letaknya berdekatan dengan WTC juga. Letak gedung WTC cuku jauh dari tempat start saya menuju kesana dari kantor di wilayah Cileungsi, Bogor. Masih inget banget saya pulang kantor jam 4 teng langsung cap cus ke bis jemputan. Tapi usaha tepat waku saya sepertinya tidak sesuai harapan, baru sekitar 2 km bus berjalan langsung didera macet di sekitar gunung  putri, hihihi, meringis deh. Setelah merayap seian lama, akhirnya bus sampe tol Jagorawi. Di pintu masuk yang menuju Cawang Uki, si bus masih harus jalan pelan sangat karena di tol yang bebas hambatan (katanya) pun masih ada aja yang namanya macet. Huehe, saking lamanya sampe saya sempat mengalami konflik batin datang atau nggak datang ke club. Setan sempet menyesatkan buat shopping dan main ke tempat saudara. Tapi alhamdulillah malaikat tetep lebih saya dengerin, "Yulai, ini udah deket loh, ya, inget, ini bukan masalah pinter atau nggak pinter, tapi masalah berani dan mau belajar apa menyerah pada keadaan," hihihi, ini si Gree lagi nggak lieur nih, kalo lieur pasti ya  langsung balik kanan arah kost-an...heheheh...

Dari cawang, saya harus naik busway jurusan kota dan turun di karet, dari karet lanjut naik jurusan Blok M dan turun di halte Polda Metro Jaya (Komdak). Dari sana nggojek sampe SCBD. Hueheheh, sampe Mercantile jam 8 malam, kelas padahal mulai jam 7 malem. Alhasil si mentor udah wassalam, materinya nggak sempet ngikutin, hiks. Tapi malam itu untungnya masih kebagian liat performance dari 3 speakers dan evaluators dengan project yang berbeda-beda.




Jumat, 07 Oktober 2016

Aksi Buruh Perempuan Memperingati Hari Kerja Layak Sedunia 7 Oktober 2016

Pagi ini dapat pengalaman yang bener-bener first time bagi saya karena hari ini saya bergabung dalam aksi buruh untuk memperingati hari kerja layak sedunia yang jatuh pada 7 Oktober 2016. Aksi yang dilakukan di depan gedung MPR/DPR tersebut bersamaan dengan aksi bersama jutaan buruh lainnya di seluruh dunia. Aksi tersebut menuntuk ratifikasi konvensi ILO nomor 183 tentang Perlindungan Maternitas dan Konvensi ILO nomor 176 tentang Kesehatan dan Keselamatan di Tambang.

Kerja layak bagi buruh perempuan berarti kelahiran yang sehat dan aman, waktu menyusui yang lebih lama, minimal 14 minggu cuti melahirkan. Cuti melahirkan di Indonesia

Aksi dilakukan dengan damai di depan pagar gedung dengan orasi dan aksi teatrikal dari rekan-rekan perwakilan dari serikat-serikat pekerja yang berafiliasi pada IndustriALL.

Kamis, 06 Oktober 2016

Good evening, Readers :)


Pagi tadi abis wisudaan dan dapet lagu bagus banget, langsung cari liriknya dan resapin artinya...
So touching

Rather Be by Clean Bandit

We're thousand miles from comfort
We have travelled land and sea
But as long as you are with me
There's no place I'd rather be

I would wait forever
Exulted in the scene,
As long as I'm with you
my heart continues to beat


With every step you take
Kyoto to the Bay
Strolling so casually

We're different and the same
Gave you another name
Switch up the batteries

If you gave me a chance I would take it
It's a shot in the dark but I'll make it
Know with all of your heart,
You can't shame me
When I am with you
There's no place I'd rather be

N-n-n-no, no, no, no place I'd rather be

N-n-n-no, no, no, no place I'd rather be

N-n-n-no, no, no, no place I'd rather be

We stacked out on a mission
to find our inner peace
Make it everlasting
son nothing's incomplete
It's easy being with you,
sacred simplicity

As long as we're together
There's no place I's rather be




Kamis, 29 September 2016

The 2nd Meet Up Girls in Tech (Eventbrite 8)

Yeah...
On Sept 27th, 2016, I firstly come to The 2nd meet up of Girls in Tech at Indosat Building, Jalan Medan Merdeka Barat